Breaking News

Seputar Adab-Adab Berpuasa


1.    Menjauhi semua bentuk maksiat.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ اَلزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ, وَالْجَهْلَ, فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan beramal dengannya serta kejahilan, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Al-Bukhari no. 1903)
Ash-Shan’ani -rahimahullah- berkata dalam Subulus Salam (4/126), “Hadits ini merupakan dalil akan haramnya dusta dan beramal dengannya, serta menunjukkan haramnya orang yang berpuasa berbuat kejahilan. Kedua hal ini juga diharamkan atas orang yang tidak berpuasa, hanya saja keharamannya lebih kuat terkhusus bagi orang yang berpuasa, sebagaimana lebih kuatnya pengharaman zina atas seorang yang sudah tua dan pengharaman sombong atas orang yang fakir.”
2.    Membaca Al-Qur`an.
Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185) Dan juga Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada lailatul qadr.” (Al-Qadr: 1)
Karenanya sudah sepantasnya seorang muslim menghabiskan waktunya di dalam bulan ramadhan untuk membaca Al-Qur`an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat.
3.    Banyak bersedekah.
Dari Ibnu Abbas dia berkata:
“Rasulullah   adalah orang yang paling dermawan, dan saat dimana beliau menjadi lebih dermawan dari biasanya adalah pada bulan ramadhan tatkala Jibril menjumpai beliau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4.    Shalat lail/tarawih.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat (lail) pada bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari no. 2009 dan Muslim no. 759)
Dan secara khusus pada lailatul qadr beliau bersabda, “Barangsiapa yang shalat (lail) pada lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dan dalam hadits yang shahih, Rasulullah   bersabda:
مَنْ صَلَّى مَعَ إِمَامِهِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa yang shalat bersama imamnya sampai selesai, maka akan dituliskan baginya pahala shalat semalam suntuk.”
5.    Memperbanyak doa.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ يُرَدُّ دُعَاؤُهُمْ: إِمَامٌ عَادِلٌ, الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ, وَدُعَاءُ الْمَظْلُوْمِ …
“Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doa mereka: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga dia berbuka dan doa orang yang terzhalimi … .” al-hadits. (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’: 2/506)
6.    Menjaga lisan.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi   bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفَثْ وَلاَ يَصْخَبْ. إِذَا شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ
“Jika itu pada hari berpuasa salah seorang di antara kalian maka janganlah dia berbuat keji dan jangan pula berteriak. Jika ada seseorang yang mencelanya atau memukulnya maka hendaknya dia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa.”

Sumber : http://al-atsariyyah.com/seputar-adab-adab-berpuasa.html

Tidak ada komentar