Breaking News

NASEHAT KETIKA GELOMBANG FITNAH MELANDA......



Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa diantara tanda2 datangnya hari kiamat adalah munculnya berbagai macam tragedi dan fitnah besar, yg bercampur didalamnya kebenaran dan kebathilan. Iman menjadi goyah, sehingga seseorang paginya beriman, tapi sorenya sudah kafir. Senantiasa fitnah 2 itu muncul dan datang silih berganti sampai datangnya hari kiamat.
Diantara perkara2 yg harus diperhatikan saat fitnah akhir zaman melanda adalah :
(1). Tingkatkan keimanan, ketaqwaan dan amal ibadah (baik berupa ibadah hati, ibadah lisan, ibadah anggota badan, baik beribadah dengan ilmu, harta dan yg lainnya ) yg disyari'atkan, seperti menuntut ilmu, shalat, berdzkir, baca alqur'an, sodaqah, puasa dan yg lainnya dari ibadah2 yg disyari'atkan.
Iman yg rapuh akan terhempaskan oleh gelombang fitnah yg dahsyat... Na'udzubillah.
Rasulullah shalallahu alaihi wsallam bersabda, " Bersegeralah beramal sebelum datang Fitnah seperti gelapnya malam gulita, diwaktu pagi seseorang sdah beriman namun sorenya dia telah kafir, Diwaktu sore dia telah beriman lalu pagi harinya telah kafir. Dia jual agamanya dengan dunia yg sedikit (tidak berharga)". (HR Muslim dan Ahmad).
(2). Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat didalam ilmu, amal dan dakwah.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyatakan bahwa golongan yang selamat dari berbagai macam fitnah, baik syubhat ataupun syahwat, didunia ataupun diakhirat, adalah golongan yg berjalan diatas sunahnya dan para sahabatnya. Merekalah firqah an-najiyyah (golongan yg selamat). (HR Ibnu Majah, shahih ibnu Majah 2/364).
Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyatakan bahwa umat ini akan berpecah belah, berselisih, maka Beliau dengan penuh kasih sayangnya, memberikan solusi untuk berpegang kpada sunnah nya dan sunnah khulafaur Rasyidin, serta menjauhi berbagai perkara yg diada2kan didalam agama seperti didalam hadits Irbad bin Sariyyah. (HR Ahmad & Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir no. 4369).
Allah berfirman tentang kondisi para sahabt bahwa bagaimana mungkin mereka akan kafir dan tersesat, sebab Rasulullah ada ditengah2 mereka (QS Ali Imran : 101). Ini berarti berpegang kepada ajaran Nabi dan para sahabt adalah jaminan akan terpelihara dari berbagai macam fitnah.
(3). Diam, tidak ikut-ikutan ketika fitnah melanda. Khususnya ketika perkara fitnah ini samar bagi kita, apa sebenarnya yg sedang terjadi.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Akan terjadi Fitnah2 (diakhir zaman), dimana orang yg duduk lebih baik dari yg berdiri diatasnya, yg berdiri lbih baik dari yg berjalan diatasnya, yg berjalan lebih baik dari orang yg berlari diatasnya. Barang siapa yg menampakkan diri (ikut2an) dalam fitnah, maka ia akan mendapatinya, dan barang siapa yg mendapatkan tempat berlindung maka berlindunglah." (HR Bukhari, Muslim).
(4). Menjaga lisan serta tidak berkomentar dalam masalah nawazil, kecuali para Ulama besar dan Ahli Ijtihad.
Nawazil, atau nazilah artinya : masalah yg sulit atau rumit, atau kesusahan. Maksudnya disini adalah perkara atau petistiwa yg yang sulit terjadi pada masa kini yg menimpa kepada kaum muslimin.
Allah Ta'ala berfirman :
"Dan apabila datang kpada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya (menyebarkannya). Seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri (ulama atau umaro) diantara mereka, tentulah akan diketahui hal tersebut oleh orang2 yg beristimbat (mengambil dalil) diantara mereka. Kalaulah bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebgian kecil saja (diantara kamu)." (QS An-Nisa : 83).
(5). Bersikap adil dalm semua hal, jangan ikuti perasaan dan emosi semata. Timbanglah dengan ilmu. Janganlah kebencian kita pada suatu kaum membuat kita berlaku dzalim dan tidak adil.
Allah Ta'ala berfirman : " Dan jangnlah sekali2 kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorongmu untuk berlaku tdak adil. Berlaku adilah karena ia lebih dekat kpada taqwa". (QS Al-Maidah : 8).
(6). Hadirilah majlis2 ilmu, karena didalamnya akan ditunjukan jalan keselamatan dari berbagai macam fitnah baik fitnah syubhat ataupun fitnah syahwat.
Sybhat artinya kerancuan pemahaman didalm beragama, adapun syahwat artinya kecenderungan hati kpada yg diinginkan dari perkara yg melanggar syari'at.
Sehinnga ketika gelombang fitnah menerjang ia punya pijakan yg kokoh bak karang dilautan. Maka orang yg paham agamalah yg dikehendaki kebaikan oleh Allah, dalam kondisi apapun.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, " Barang siapa yg dikehendaki kebaikan oleh Allah maka ia akan dipahamkan terhadap agama". (HR Bukhari : 3316, Muslim : 1037).
(7). Perbanyaklah do'a meminta agar diselamatkan dari gelombang fitnah akhir zaman, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : "Berlindunglah kalian dari berbagai macam fitnah, baik yg nampak dan yg tersembunyi ".
Maka bacalah senantiasa :
Allahumma inni a'udzubika minal fitani maa dzoharo minha wamaa bathon
( Ya Allah akau berlindung kpada mu dari berbagai macam fitnah baik yg nampak ataupun yg tersembunyi ).
(8). Jangan lupakan do'akan juga para penguasa dan kaum muslimin secara umum.
Karena ketika penguasa ditunggangi dan dikelilingi oleh kelompok yg berpemahaman dan idiologinya sesat, akan membahayakan orang banyak.
Juga doakan kaum muslimin agar diberikan kekuatan, karena disaat kaum muslimin lemah karena kejahilannya kepada syari'at, maka yg terjadi adalah kehinaan, kekalahan, keterpurukan dan kehancuran, Na'udzu billah.
(9). Akhirnya semoga Allah menolong Islam dan kaum muslimin, memuliakannya, membri taufiq kpada umat islam agar berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan syari'at Nabi-Nya shalallahu alaihi wasallam.
Semoga Allah menolong para penguasa kaum muslimin untuk bisa mengemban amanah, dalam menegakkan agama, berkhidmat kepada rakyat, Allah menjauhkan mereka dari para pendamping yg buruk, dari penasihat para pengkhianat, Sesungguhnya Engkau ya Allah maha berkuasa atas segala sesuatu. Cukup bagimu untuk berfirman kun ! Fayakun ! Jadi..maka jadilah. Wallahu a'lam

Tidak ada komentar